Monday, February 15, 2010

Anak Susah Makan

Kiat Mengatasi Anak Susah Makan


Balita Anda susah makan? Jangan emosi. Berpikirlah dengan tenang dan aturlah strategi. Berikut dr Soeroyo Machfudz SpA(K) MPH dari Yogyakarta memberikan beberapa kiat yang bisa dimanfaatkan:


1.      Bagi ibu yang bekerja, luangkan waktu sebentar saja tetapi berkualitas untuk menyuapi anaknya. Sebab, sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibunya bekerja.
2.      Berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya, dan buatlah agar suasana hatinya senang, misalnya anak makan sambil jalan-jalan, melihat kereta api, dan lain-lain. Problem utama anak susah makan itu 6 bulan sampai 2 tahun. ''Asal usia itu terlewati dengan bagus, Insya Allah ke depannya tidak ada masalah.'', tutur Soeroyo.
3.      Pada saat orang tua baik ibu maupun ayahnya pulang kerja, pertama kali yang harus dipegang atau disapa adalah anaknya. Jangan yang lain.
4.      Jangan memaksa anak makan sampai mencekoki, mencubit atau bahkan memelototi. Bagaimana bila anak tidak mau sayur, tahu-tempe, dan makanan bergizi lainnya? Soeroyo menyarankan sebaiknya anak 'dilaparkan' dulu. ''Tetapi, kita siapkan makanan yang sudah kita programkan, nanti berangsur-angsur dia akan mau, tetapi memang perlu telaten, disiplin.'', jelas dia.
5.      Sebaiknya sedini mungkin kita menerapkan penghargaan dan hukuman yang edukatif. Misalnya, pada waktu anak mau makan dipuji, diajak jalan-jalan, ciuman, pelukan. Bila tidak mau makan, katakan, misalnya, ibu atau ayah tidak mau lihat televisi bersama-sama, tidak mau jalan-jalan lagi.
6.      Pada anak berusia setelah empat bulan-enam bulan, baik diberi bubur instan asalkan anak tak alergi susu. Setelah anak berusia enam bulan, lebih bagus membuat bubur sendiri, karena ada macam-macam pilihan sayuran dan lauk-pauk yang bisa mengurangi kejenuhan rasa. Misalnya, hati dengan bayam, kemudian wortel dengan tempe, kangkung dengan tahu, dan sebagainya. Namun, bila dengan makanan tersebut anak mengalami diare atau muntah maka menu harus dievaluasi.
7.      Pada saat bayi mengalami perubahan makanan seperti enam bulan, sembilan bulan satu tahun, dia akan merasa-rasakan karena rasanya aneh sehingga kadang dimain-mainkan seperti dimuntahkan, ini harus dimasukkan lagi. Prinsipnya bila makanan tersebut dimuntahkan, harus sedikit-sedikit dan makanannya harus lebih cair lagi.
8.      Pada kasus anak yang mengalami gangguan psikis yang manifestasinya pada lambung dengan muntah bisa teratasi kira-kira setelah tiga tahun. Tetapi, kasus seperti itu jarang dan tidak menjadi masalah asal kebutuhan gizi, kalori, lemak, proteinnya tercukupi.

(sumber:
republika.co. id

Thursday, February 11, 2010

Daging Sapi Yang Mencerdaskan

Daging Sapi Yang Mencerdaskan

Tentunya hampir setiap hari ada daging sapi di dalam menu makanan kita. Terutama sekarang, tubuh membutuhkan protein yang terdapat didalam daging sapi lebih lagi setelah berpuasa seharian. Tapi tahukah
Anda kalau daging sapi bukan saja kaya akan protein tetapi juga merupakan sumber alami dari AA (Arachidonic Acid) yang berguna untuk perkembangan otak si kecil?

Selain itu, daging sapi juga mempunyai kandungan zat besi tinggi yang berguna untuk kesehatan tubuhnya.

Masih bingung memikirkan menu nanti? Tidak usah pusing, Anda bisa menyajikan daging sapi buat keluarga. Si Kecil senang dan nutrisinya dapat membantu mencerdaskan otaknya, dan kita semua pun dapat manfaatnya.


sumber : nutrisi balita cerdas

Monday, February 8, 2010

Menangkal Biang Keringat


Menangkal Biang Keringat

Biang keringat alias keringat buntet memang sering menyerang bayi. Biasanya hal ini terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat. Keringat yang keluar berkumpul di bawah kulit sehingga timbul bintil-bintil merah. Masalahnya, biang keringat bisa kambuh secara berulang, terutama bila udara sangat panas.

Sebenarnya biang keringat bisa dicegah dengan cara menghindari penghalang penguapan keringat. Caranya mudah kok! Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

• Mandikan si kecil secara teratur, pagi dan sore hari.

• Jaga kulit bayi tetap kering dan "dingin". Sehabis mandi, bagian  tubuh yang berlipat, seperti lipatan paha, ketiak, dan leher  dikeringkan dengan handuk sampai benar-benar kering.

• Ketika berkeringat, si kecil jangan langsung diberi bedak. Basuh  dulu si kecil dengan lap basah, kemudian dikeringkan. Setelah  kering, oleskan bedak tipis-tipis saja. Kalau Anda terlalu  "bersemangat" membedakinya hingga terlalu tebal, dikhawatirkan bedak tersebut justru menyumbat pori-pori si kecil.

• Jaga ventilasi dalam kamar. Usahakan ada udara yang mengalir, sehingga kamar terasa sejuk. Ini terutama bila Anda hidup di kota yang bersuhu panas. Bila perlu, pasang jendela yang lebar. Dengan begitu, pertukaran udara dari luar ke dalam kamar berjalan lancar. Tahukah Anda, sekitar 70% dari kasus biang keringat ternyata bisa diatasi bila sirkulasi udara di dalam kamar sudah baik?

• Pilih baju yang tepat. Jangan sampai pakaian si kecil terlalu ketat atau terbuat dari bahan yang tebal. Kenakan saja pakaian yang  terbuat dari katun tipis yang dapat menyerap keringat.

Kapan si kecil harus dibawa ke dokter?

• Bila biang keringat sudah menjadi infeksi. Ini ditandai dengan  adanya bintik-bintik putih. Dokter akan memberi salep untuk mengurangi peradangan lebih lanjut.

• Kalau infeksi biang keringat sampai mengeluarkan nanah, dokter akan memberi salep yang mengandung antibiotika.

Sumber : dechacare

Friday, February 5, 2010

Iritasi Kulit Bayi

Iritasi pada Kulit Bayi Bagaimana Mengatasinya?



Iritasi pada kulit bayi sering terjadi, beberapa keadaan dapat menjadi pemicu terjadinya iritasi, seperti:

* Pemakaian popok sintesis atau celana berlapis plastik yang lama tidak diganti, sering menimbulkan iritasi   langsung pada kulit akibat tertimbunnya urin atau kotoran yang mengandung amonia. Tertutupnya daerah popok meningkatkan suhu maupun kelembaban di daerah lipatan bokong makin memudahkan penyerapan bahan-bahan kimia iritan tersebut. Bila berlangsung berulang-ulang pelindung kulit akan rusak, sehingga memudahkan berkembangbiaknya jamur, seperti Candida albicans.

* Pada daerah-daerah lipatan terutama pada bayi gemuk seperti daerah leher, lipat paha, lipat siku, bila terjadi
penumpukan keringat yang terlalu lama maka akan mengiritasi kulit bayi. Peradangan berulang yang terjadi juga akan diperburuk dengan berkembangbiaknya jamur seperti Candida albicans.

* Bayi dengan riwayat keluarga alergi akan lebih sering dijumpai keluhan iritasi, seperti sisik halus di daerah kulit kepala akibat pemakaian produk kosmetika sampo ber-pH tinggi atau hair-lotion yang terlalu wangi. Dapat pula dijumpai hal serupa di daerah dada, punggung, perut akibat pemakaian minyak penghangat seperti minyak telon atau kayu putih yang digunakan terus-menerus di iklim panas.

* Kekeringan kulit bayi akibat pemakaian berulang sabun mandi yang mengandung antiseptik. Peradangan kronis akibat kontak bahan iritan lemah akan mempengaruhi keseimbangan flora normal kulit, dengan akibat berkurangnya daya pertahanan alamiah kulit.

* Bayi baru lahir yang mengkonsumsi susu sapi formula dengan kadar pH tinggi terkadang dijumpai kemerahan di daerah sekitar dubur.

Bagaimana mengobatinya ?

1. Terpenting adalah pencegahannya, karena bila dicermati semua faktor penyebab iritasi pada kulit bayi dapat dicegah. Umumnya kelainan kulit baru timbul bila telah terjadi paparan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

2. Hindari sementara pemakaian popok sekali pakai atau celana berlapis plastik selama peradangan. Pakailah popok kain tipis lembut yang bahannya menyerap keringat. Cuci daerah bokong dan sekitarnya setiap bayi buang air kecil atau buang air besar dengan sabun lembut untuk bayi, keringkan dengan handuk lembut ditepuk-tepuk pelan dan jangan digosok kasar. Hindari bedak saat kulit meradang.

3. Daerah lipatan yang meradang sering dikompres dengan waslap handuk yang dibasahi air, hindari pemakaian bedak untuk sementara waktu. Daerah lipatan sering dibuka dan diangin-anginkan. Bila berkeringat segera seka perlahan dengan waslap handuk yang dibasahi air, jangan digosok lalu dikeringkan dengan handuk. Pakailah baju longgar dari bahan katun yang tipis dan mudah menyerap keringat.

4. Bila dijumpai kulit bersisik dapat diberi krim pelembab khusus bayi setelah mandi. Jangan mandi dengan air terlalu panas berlama-lama. Pakailah sabun dan sampo khusus bayi. Untuk sementara waktu hindari penggunaan bedak atau berbagai produk kosmetik untuk bayi.

5. Jangan oleskan obat salep, krim atau minyak apapun di daerah yang meradang tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

6. Yang perlu diperhatikan dalah pencegahan. Iritasi pada kulit bayi lebih sering disebabkan oleh bahan iritan yang lemah seperti keringat, urin, feses, produk perawatan kulit yang salah penggunaannya, deterjen, atau cairan anriseptik dan mungkin kitapun punya andil untuk memaparkannya. Kadang-kadang timbulnya iritasi ditunjang oleh kondisi yang cocok untuk timbulnya peradangan seperti faktor kelembaban, panas, tertutup ataupun gesekan.

Oleh: Syahrani


 

Monday, February 1, 2010

Kecerdasan Balita

Mengembangkan Kecerdasan Multipel Balita


Teori kecerdasan multipel adalah teori yang dikembangkan oleh Howard Gardner, dimana setiap manusia mempunyai berbagai kecerdasan yang berbeda-beda. Teori yang pertama ditulis di buku Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences ini mengatakan bahwa setiap orang
mempunyai jenis kecerdasan yang berbeda-beda dengan tingkat yang berbeda-beda dan oleh karena itu setiap orang mempunyai profil kognitif yang berbeda-beda.

Kecerdasan multipel adalah sesuatu yang bisa dikembangkan sejak dini, dan usia balita adalah usia yang tepat untuk merangsang kecerdasan multipel anak. Bagaimana cara merangsang kecerdasan multipel?

Pertama-tama mari kita dalami dahulu kecerdasan apa saja yang termasuk di dalam kecerdasan multipel. Ada delapan kecerdasan di dalam kecerdasan multipel yaitu kecerdasan berbahasa verbal,
logika-matematik, visual-spatial, gerak tubuh, musikal, emosi inter-personal, emosi intra-personal dan kecerdasan naturalis. Kita semua bisa membantu anak kita untuk mengembangkan kecerdasan-kecerdas an tersebut. Bagaimana caranya?

Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal ajaklah bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dan lain-lain. Latih kecerdasan logika-matematika dengan mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mmainan, bermain angka, halma, congklak, sempoa, catur, kartu, teka-teki, puzzle, monopoli, permainan komputer dan lain-lain.

Kembangkan kecerdasan visual-spatial dengan mengamati gambar, foto,merangkai dan  membongkar lego, menggunting, melipat, menggambar, halma, puzzle, rumah-rumahan, permainan komputer dan lain-lain.

Melatih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, menari, olahraga permainan, dan lainnya. Merangsang kecerdasan musical dengan mendengarkan musik, bernyanyi,
memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.

Melatih kecerdasan emosi inter-personal dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerjasama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama melalui buku, televisi dan lainnya.

Melaith kecerdasan emosi intra-personal dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang cerita, dan sebagainya. Merangsang
kecerdasan naturalis dengan menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengamati langit, awan, bulan, bintang dan lainnya.

Bila anak mempunyai potensi bwaaan berbagai kecerdasan dan dirangsang terus-menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak kita akan mempunyai kecerdasan multipel. Cara di atas semua mudah dilakukan dan tidak selalu membutuhkan biaya yang besar. Bantu anak Anda mengembangkan kecerdasan multipelnya dan ia pun
dapat tumbuh cerdas, sehat dan kuat.


sumber : nutrisi balita cerdas