Wednesday, September 29, 2010

Menjadi Investor Handal

Menjadi Investor Handal


Setiap orang bisa menjadi investor handal. Anda tidak perlu takut memulainya, meski dengan nominal yang kecil. Sebab, yang terpenting dalam rumus investasi adalah jangan tunda lebih lama lagi untuk melakukannya. Simak kiat sukses berikut yang siap membuat Anda tampil sebagai investor yang handal :

  1. Pahami karakter dan cara kerja setiap instrument investasi, baik itu berupa obligasi, saham, reksadana, dan bentuk-bentuk investasi lain.
  2. Ketahuilah berapa return yang diinginkan, tingkat risiko yang bisa ditoleransi, dan pola cashflow Anda. Dengan begitu, Anda akan bisa menilai apakah Anda tipe investor konservatif, moderat, atau agresif.
  3. Pilihlah jenis investasi yang sudah Anda kenal, sesuaikan dengan profil Anda sebagai investor.
  4. Monitor secara berkala investasi yang telah Anda pilih untuk memastikan apakah instrument investasi itu telah tepat. Artinya, apakah investasi Anda sesuai dengan perkembangan pasar, kondisi keuangan, dan tujuan investasi yang Anda harapkan.
  5. Lakukan rebalancing. Apabila terdapat kondisi yang berubah secara signifikan, misalnya situasi perekonomian atau cashflow, segeralah ganti pilihan investasi Anda. Kemudian, lakukan evaluasi investasi yang Anda pilih secara berkala, misalnya setiap 3 atau 6 bulan sekali.


Sumber : Majalah Femina

Tuesday, September 28, 2010

Mari Berkebun

Mari Berkebun di Pekarangan Rumah

Berkebun tentu pekerjaan yang menyenangkan. Daripada melihat halaman rumah kosong, alangkah indahnya ditumbuhi pepohonan. Mengurusi aneka tanaman hias, buah-buahan, atau tumbuhan obat dapat menjadikan waktu luang lebih berguna. Suasana tempat tinggal pun tampak lebih segar.

Tapi, bagaimana bila tidak memiliki lahan yang memadai? Atau cuma sejengkal tanah di depan rumah yang pas-pasan? Padahal, keinginan merawat pohon sangat besar. Tentang hal itu, enggak perlu patah semangat kok. Ibu-ibu, kaum remaja atau para bapak yang sudah pensiun tetap dapat melakukannya di sela-sela aktivitas rutin sehari-hari.

Vertikultur adalah cara pertanian yang hemat lahan. Sangat cocok diterapkan di daerah permukiman padat. Kata vertikultur diambil dari bahasa Inggris, verticulture yang merupakan penggabungan dua kata, vertical dan culture. Pengertiannya adalah suatu cara pertanian yang dilakukan dengan sistem bertingkat.

Mengolah tanah dalam sistem ini tidak jauh berbeda dengan menanam pohon seperti di sebuah kebun atau sawah. Namun ada kelebihan yang diperoleh, yaitu dengan lahan yang minimal mampu menghasilkan hasil yang maksimal.

Pada pertanian secara umum atau konvensional, mungkin satu meter persegi hanya dapat ditanami lima batang pohon. Lewat pola bersusun atau bertingkat ini, dapat ditumbuhi sampai lima batang. Caranya yaitu dengan membuat sebuah rak untuk menaruh tanaman. Tanpa harus menanamnya langsung pada lahan yang ada. Rak tersebut dapat terbuat dari kayu, papan atau bumbu.

Bila ingin lebih kuat dapat menggunakan kerangka besi atau stainless steel. Tapi itu lebih mahal ongkos pembuatannya. Mengenai model dan ukuran, terserah kreativitas pemesan. Dibuat sedemikian rupa agar mampu menjejali banyak tanaman. Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga. Dengan beberapa undak-undakan atau sejumlah rak. Yang penting
adalah kuat dan mudah dipindah-pindahkan.

Beberapa bentuk bangunan dikombinasikan dengan bahan seperti seng atau aluminum persegi panjang. Kegunaannya yaitu untuk menaburi tanah, sebagai media tanam. Itu mirip dengan petak sawah atau kebun.

Sejumlah pot bunga dapat pula dijejerkan di atas rak. Soal wadah pohon itu, tidak harus membelinya di pasar. Coba saja tengok ke gudang atau serambi rumah. Kaleng cat, bekas minyak pelumas, atau botol plastik minuman mineral yang sudah tidak terpakai, dapat dimanfaatkan.

Antibanjir

Dalam pembuatan kerangka bangunan, yang perlu diperhatikan adalah ukuran tinggi. Perawatan tumbuhan akan lebih mudah bila rak dibuat sewajarnya. Karena pengertiannya bertani bertingkat, tentu tak ubahnya seperti sebuah tangga, bersusun ke atas.

Tidak langsung menanam di dasar tanah pada pekarangan, tapi diatasi lantai. Jarak sedikit agak tinggi dari permukaan tanah, amat berguna bila terjadi genangan air. Lantai pun tetap bersih bila memang ditaruh di sekitar ruangan berubin atau keramik.

Rak mudah ditaruh di mana saja sesuai keinginan. Bisa di halaman depan, samping, di atas tingkat, bahkan di dalam kamar sekalipun. Kerangka bangunan dibuat lebih tinggi untuk mencegah terendamnya tanaman oleh air.

Kreativitas di rumah bisa disalurkan dengan mengecat pot atau rak. Untuk menambah sentuhan seni yang lebih menarik. Dikombinasikan pula dengan aneka warna dari berbagai jenis tanaman. Boleh juga ditambah dengan pernak-pernik pot, seperti wadah air di bawahnya atau pot-pot gantung.

Selain tanaman hias, pohon obat juga baik sekali ditanam. Lumayan untuk menambah koleksi, lagi pula sangat bermanfaat. Jenis tapak dara, sambiloto atau pecah beling dengan mudah hidup di dalam pot.

Tidak itu saja, kombinasi tabulapot (tanaman buah dalam pot) akan menambah isi "kebun" lebih padat. Untuk mendapatkannya, silakan saja ke penjual tanaman. Bermacam-macam pohon yang kecil-kecil sudah berbuah banyak disediakan.

Drum bekas atau sisa kaleng cat ukuran terbesar sekali cocok sekali sebagai wadahnya. Memang jenis pepohonan tersebut terlalu berat ditaruh di atas rak. Namun, bapak atau ibu dapat menyesuaikan penempatannya.

Vertikultur sangat cocok dipakai untuk budi daya tanaman semusim, misalnya sayur-sayuran. Selain menanamnya mudah, hasilnya langsung dinikmati. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara lain seledri, selada, kangkung, bayam atau kemangi. Pohon cabai, tomat, atau terong, juga mudah sekali tumbuh di dalam pot. Jenis poly bag atau kantung plastik tebal berwarna hitam, dapat menggantikan fungsi pot tanaman.

Tinggal bagaimana cara merawat dan mengolahnya saja. Bila hasilnya berlebihan, dijual sebagai tambahan keluarga. Lagi pula lebih sehat dan ramah lingkungan.

Lho, apa hubungannya? sebab dalam budi daya bercocok tanam ini, para anggota keluarga tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membeli pupuk. Pupuk alami mampu dibuat sendiri dari sisa-sisa sampah dapur. Potongan-potongan sayuran, kulit buah atau sisa-sisa makanan merupakan bahan organik yang bermanfaat. Yaitu bahan yang mudah terurai oleh tanah dan diperlukan oleh tanaman.

Pembuatannya cukup menimbun di dalam tanah. Dibiarkan terurai selama kurang lebih satu bulan lamanya. Setelah itu dapat dipakai sebagai media tanam. Dengan ditambah oleh campuran pasir, tanah gembur, serta pupuk kompos tadi. Takarannya yang seimbang, yaitu 1:1:1.

Wednesday, September 15, 2010

Etika Menulis Email

Etika Menulis Email
Cara Anda menulis email merefleksikan banyak hal. Status Anda di tempat kerja, cara Anda bekerja, tingkat stres, bahkan kepribadian Anda. Email, atau surat elektronik, merupakan cara berkomunikasi yang sangat penting bagi para atasan. Sebaliknya, email juga dapat disalahgunakan bila digunakan dengan cara yang salah. Berikut ini 10 dasar kiat menggunakan email yang baik.
  1. Email bukan satu-satunya cara berkomunikasi
Email merupakan cara berkomunikasi yang cepat, mudah, serta dapat disimpan. Email sanggup mengirimkan pesan ke seluruh dunia hanya dengan mengklik mouse. Tetapi email juga dapat menyesatkan para atasan untuk berpikir bahwa mereka dapat mengatur pegawainya hanya melalui email. Jadi, gunakan email secara bijaksana tetapi jangan mengatur perusahaan melalui email. Anda tidak dapat mendekati semua orang yang ingin Anda dekati hanya melalui email, karena kehadiran Anda tidak dirasakan.
  1. Tuliskan email secara pendek dan dengan kata-kata yang baik
Hindari menulis email yang sangat panjang. Melihat email yang panjang biasanya membuat orang malas membacanya, sehingga bisa jadi baru dibaca pada sore atau bahkan keesokan harinya. Anda harus tahu, kapan waktunya harus berbicara langsung dengan orang yang Anda tuju dengan mendatanginya atau cukup melalui telepon.
  1. Tulis isi email dengan jelas
Ungkapkan maksud Anda dengan jelas. Perjelas mengenai hal yang diprioritaskan dan hal yang harus dikerjakan. Sertakan tombol jawaban agar Anda tahu bahwa email Anda sudah dibaca dan dimengerti oleh orang yang dituju.
  1. Terbuka terhadap pertanyaan
Dukung pegawai untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Dengan demikian memperlihatkan bahwa Anda selalu terbuka bagi mereka.
  1. Ungkapkan kemarahan lewat tatap muka langsung
Isi email yang penuh amarah atau yang berisi kritikan dapat merupakan awal dari keributan. Persingkat email Anda agar tidak ada salah interpretasi pada yang menerimanya. Kendalikan pesan yang disampaikan, serta kendalikan juga perasaan Anda pada waktu menulis email tersebut. Dengan menelepon atau mendatangi langsung orang yang bersangkutan, merupakan cara yang jauh lebih baik bila ada hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu dibicarakan.
  1. Batasi email humor
Muka yang tersenyum memperlihatkan bahwa Anda sedang membaca sesuatu yang lucu. Tetapi terlalu banyak tersenyum akan mengganggu pada waktu Anda harus menulis email yang serius. Beberapa perusahaan melarang mengirimkan email yang berisi lelucon karena mengganggu waktu bekerja Anda.
  1. Lima menit antara waktu menerima dan membalas email
Waktu lima menit merupakan waktu yang wajar dalam menjawab email. Bila pada saat akan menulis email Anda sedang marah, sebaiknya tunda dulu. Berdiri dari kursi kerja Anda, jalan di sekitar ruang kerja atau lakukan sesuatu sebelum mulai menulis email kembali.
  1. Setiap hari tentukan waktu untuk menjawab email
Bila Anda sibuk, delegasikan kepada seseorang untuk menjawabnya (sekretaris atau bawahan Anda yang lain).
  1. Belajar menulis email yang baik
Menulis email yang baik memerlukan latihan. Email harus memiliki beberapa peran dalam komunikasi Anda, apakah dengan para pegawai, teman usaha, atau dengan yang lainnya. Anda harus menyadari, tidak semua orang ataupun pegawai bisa bertemu muka dengan Anda secara teratur sehingga tidak dapat disalahkan bila mereka memberikan penilaian tertentu terhadap cara Anda menuliskan email.
  1. Gunakan bahasa yang baik
Hindari kesalahan mengetik dan penggunaan kata-kata yang berantakan serta kata-kata klise.

Sumber : NOVA

Saturday, September 11, 2010

Bekerja di Rumah

Bekerja di Rumah, Mengapa Tidak?

Ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk mulai bekerja di rumah. Pertimbangan apa sajakah itu?

Bila mulai berpikir untuk bekerja di rumah, ada baiknya Anda memiliki konsep bagus tentang bagaimana sebaiknya bekerja di rumah. Anda mungkin membayangkan, tak perlu lagi bangun pagi di jam tertentu, sarapan terburu-buru, duduk di ruang kerja, dan memulai pekerjaan dengan ceria.

Tetapi, pada kenyataannya tak selalu seindah yang dibayangkan, lho! Biasanya, seseorang justru harus bekerja lebih keras bila ia menekuni bisnisnya di rumah, dibandingkan bila bekerja di suatu perusahaan. Memang, sih, bekerja di rumah akan memberi banyak keuntungan. 

Salah satunya, yang mendasari para ibu memilih menjalankan bisnis di rumah, adalah bisa dekat dengan anak. Nah, berikut ini sejumlah hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda mengambil keputusan bekerja di rumah.

1. Berapa Penghasilan Yang Diharapkan? 

Sesudah menuliskan jumlah penghasilan yang diharapkan, tulis pekerjaan yang akan dilakukan di rumah dengan estimasi jumlah penghasilan yang akan diperoleh. Jangan lupa, perhitungkan pula tagihan telepon, listrik, dan peralatan lain yang digunakan jika memutuskan bekerja di rumah. 

Lalu, bandingkan jumlah penghasilan tadi dengan jumlah penghasilan bila Anda bekerja di suatu perusahaan, sesuai dengan bidang yang dikuasai, lalu dikurangi uang transportasi dan uang makan yang harus Anda keluarkan.

2. Masih Perlukah Tambahan Fasilitas? 

Pada umumnya, bekerja di rumah tak ada “benefit” seperti asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Namun, tentu saja ada beberapa pengecualian.

3. Pekerjaan Yang Tersedia 

Bila dipekerjakan sebagai tenaga lepas misalnya, Anda harus mengerti, perusahaan yang pemberi pekerjaan tak wajib selalu memberi pekerjaan. Ada masa sibuk dan masa tenang. Selama masa sibuk, mungkin Anda akan bekerja sampai 40-50 jam per minggu dan pada masa tenang hanya bekerja 10 jam per minggu. 

Bila penghasilan menjadi sangat penting bagi kebutuhan rumah tangga, Anda harus betul-betul menyadari hal ini. Mungkin karena faktor itu pula, banyak orang memilih bekerja lebih dari satu jenis pekerjaan di saat yang sama, karena bila pekerjaan yang satu sedang tidak padat, mereka dapat mengerjakan proyek/ pekerjaan lainnya.

4. Apa Yang Memotivasi? 

Bila Anda termasuk tipe orang yang selalu harus diberi dukungan dan dorongan, maka bekerja di rumah akan terasa sangat sulit. Anda harus betul-betul disiplin pada pekerjaan. Apalagi di rumah, Anda akan menghadapi banyak godaan. Jadi, sikap disiplin, konsisten, dan fokus pada jadwal dan jam kerja yang telah ditentukan sendiri, harus ditaati. Persis seperti bila Anda bekerja di suatu perusahaan.

5. Keberatankah Dengan Suasana Sunyi? 

Suasana bekerja di rumah tak sama dengan suasana bila bekerja di suatu perusahaan yang memiliki banyak pegawai. Bekerja di rumah, bila tak bekerja sendiri, paling hanya dibantu 1-2 asisten. Bila Anda biasa bergaul dan tak tahan dengan rasa sepi, bekerja di rumah akan terasa sulit dan menyiksa. 

Tak mudah bagi Anda untuk menyesuaikan diri. Namun, walau bagaimanapun, Anda bisa tetap menjalin hubungan dengan teman-teman dan bertemu secara berkala. Bisa juga chatting dengan teman-teman melalui internet.

6. Fleksibilitas 

Ada perusahaan yang meminta pegawainya bekerja sesuai jam kerja yang sudah ditentukan, tetapi ada juga yang lebih fleksibel dan mau menerima jam kerja yang Anda tawarkan, sebagai freelancer. Anda yang harus menentukan, tipe jam kerja seperti apa yang cocok bagi Anda. Pertimbangkan yang terbaik bagi Anda.

7. Penitipan Anak 

Banyak kaum ibu ingin bekerja di rumah agar dapat memperhatikan anak sehingga tak perlu menitipkan anaknya di tempat penitipan anak. 

Padahal, bekerja di rumah dengan anak yang masih balita tidaklah mudah, karena perhatian Anda akan terbagi antara pekerjaan dan anak. Tetapi semuanya tergantung dari jenis pekerjaan yang dilakukan. Semakin besar usia anak, semakin mudah bagi Anda untuk bekerja di rumah.

8. Pilih Pekerjaan Yang Disukai 

Hal ini sangat penting! Mungkin saat ini Anda merasa tak penting dengan jenis pekerjaan, sejauh mendapatkan uang. 

Percayalah, hal ini tak akan bertahan lama. Untuk bekerja di rumah, yang Anda perlukan adalah selalu memiliki motivasi dan disiplin diri yang besar, ditambah jenis pekerjaan yang Anda sukai! 

Anda harus menyadari, termasuk tipe bagaimanakah Anda untuk tipe pekerjaan yang cocok. Apakah Anda kreatif atau pekerja keras? Cari tahu visi Anda tentang bekerja di rumah dan temukan pekerjaan yang sesuai.

9. Apakah Memang Ingin “Bekerja”? 

Bila seseorang mengatakan ingin bekerja di rumah, berarti ia tak menginginkan pekerjaan tetap dan tak mau terikat. Yang mereka inginkan adalah kebebasan untuk mengatur jadwal dan jam kerja, serta melakukan pekerjaan yang memang disukai. 

Tentu saja tak ada yang tak mungkin. Demikian pula dalam menemukan jenis pekerjaan seperti yang diinginkan. 

Namun, hal ini tak semudah yang dibayangkan. Pertimbangkan untuk memulai usaha sendiri dengan memusatkan talenta dan kemampuan. Bila pengetahuan Anda mengenai wiraswasta belum memadai, mulailah dalami. Anda bisa tnemukan sumbernya dari internet, buku, seminar, atau orang yang berpengalaman.

Tanpa melihat jenis pekerjaan yang Anda tentukan, yang harus dipahami, bekerja di rumah tidaklah semudah yang dibayangkan dan juga sangat menantang. Tetapi, banyak yang telah melakukannya mengatakan, bekerja di rumah cukup menyenangkan. Nah, bila  artikel ini memberi kesan bekerja di rumah mungkin tak cocok bagi Anda, jangan lupa bila Anda bisa saja berubah pikiran.

Bila tak terlalu termotivasi, sebaiknya pelajari dan cari tahu apa sebabnya. Berikan tantangan pada diri sendiri setiap hari dan perkuat disiplin diri. Bila kemauan cukup kuat, yakinlah Anda pasti dapat merealisasikannya. Jangan pernah menyerah pada impian Anda!

sumber: NOVA

Sunday, September 5, 2010

Tips Memakai Aksesoris

Tips Memakai Aksesoris

Anting-Anting

Anting-anting atau giwang punya aturan khusus.
Bentuk muka bulat: Pilihlah giwang yang bentuknya memanjang atau menjuntai. Ini akan membuat muka lebih oval dan leher jenjang. Hindari memilih giwang bentung bulat dan lebar.

Model Rambut: Jika model rambut diangkat ke atas dan leher kelihatan, maka pilihlah giwang yang menjuntai atau gantung. Jika model rambut tergerai menutupi kuping pilihlah bentuk giwang tempel.

Model busana: Model kerah akan sesuai dengan model giwang tempel tidak menjuntai. Sedangkan model busana yang tanpa kerah atau off shoulder akan seksi dengan giwang yang menjuntai jantuh. Pilihlah bahan baju yang mendukung penampilan.

Jika busana sudah banyak detail payet atau kristal hindari giwang yang gemerlap. Pilih yang simpel namun berkelas. Pilih juga bahan baju yang pas. Sebaliknya jika busana terlihat polos dan flat maka kenakan giwang yang gemerlap dengan detail kristal yang menawan.

Gelang

Bentuk lengan: Jika lengan Anda agak berisi hindari mengenakan gelang yang lebar dan tebal. Pilihlah gelang yang simpel namun sesuai dengan busana atau penampilan. Sebaliknya jika lengan terlalu kurus hindari memilih gelang yang tipis, namun juga jangan terlalu tebal. Anda bisa mengenakan gelang tipis beberapa lapis sehingga lebih terlihat berisi.

Model Busana: Jika busana berlengan hindari mengenakan gelang yang tebal, bercorak atau detail berlebih. Sebaliknya jika tanpa lengan maka kenakan gelang yang lebih menonjol. Bisa menonjolkan bentuk gelang, corak atau detail gelang. Hindari menggunakan jam tangan pada sisi lengan yang sama dengan gelang. Sebaiknya hindari jam tangan, atau pilihlah jam tangan yang kecil. Dengan demikian fokus perhatian pada lengan tidak terlalu banyak. Jika busana Anda lengan panjang, maka sebaiknya jangan memakai gelang.
Kalung

Bentuk leher: Jika leher jenjang maka semua bentuk kalung akan cocok dikenakan. Leher pendek atau gemuk, hindari kalung dengan model tumpuk atau tebal, juga jangan terlalu ketat. Kenakan kalung yang ringan dan simpel. Atur jatuhnya agak menjuntai ke dada sehingga memberi ruang di leher. Ini akan memberi kesan leher lebih jenjang. Paling tepat adalah kalung model liontin atau rantai kecil.

Bross

Benda kecil satu ini bisa memberi aksen pada busana. Lebih tepat jika ditambahakan pada busana yang polos dan resmi, seperti jas, blazer atau busana muslim.

Jika detail pada kerah sudah banyak, maka pilihlah bross yang simpel dan kecil, sematkan pada luar kerah. Jika detail kerah masih simpel, pilihlah bross yang besar, kenakan dekat atau pada kerah jas. Besar kecilnya bross harus disesuaikan dengan standar bentuk tubuh Anda.
Sepatu
Jika kaki pendek, maka: pilihlah sepatu yang ujungnya lancip dan tertutup. Ini akan membuat kaki lebih panjang dan jenjang. Pilihlah yang haknya tinggi dan ramping.

Jika betis berisi: Pilih sepatu dengan hak yang tinggi namun agak ramping. Anda bisa ke toko/tempat jual sepatu & jual sandal yang lengkap. Upaya tidak terlalu drastis perbedaannya dengan sepatu. Model hak tebal juga akan sesuai dengan betis yang agak berisi.

Betis berisi, hindari model sepatu yang bertali dan banyak detail. Pilih yang simpel dengan detail unik. Sesuaikan sepatu dengan busana dengan sepatu. Busana resmi dan feminin akan sesuai dengan sepatu tertutup dengan hal tinggi. Sedangkan busana kasual akan lebih tepat dengan sepatu terbuka, atau sepatu tertutup namun haknya sedang atau rata. Sepatu balet, sandal wedges akan sesuai untuk busana kasual. Toko/tempat jual sepatu & jual sandal lengkap akan memberikan Anda banyak pilihan.

Tips:
Ingatlah bahwa aksesoris adalah pelengkap. Jadi jika busana sudah terlihat berat maka hindari aksesoris yang berat juga. Cukup kenakan aksesoris yang simpel sebagai penetral penampilan.

Sebaliknya, jika busana simpel, flat dan polos, kenakan aksesoris dengan detail yang bisa memberi warna dan gemerlap penampilan. Termasuk memilih dompet wanita untuk aksesoris. Dompet wanita ini salah satu unsur terpenting dalam style. Sesuaikan aksesoris dengan tema busana dan kapan Anda memakainya. Fokuskan pada salah satu aksesoris, jangan semua aksesoris ingin Anda tonjolkan.

Wednesday, September 1, 2010

Penyakit Kawasaki

Gara-gara Kawasaki, Putra John Travolta Meninggal

BAHAMA, SABTU — Putra aktor John Travolta, Jett Travolta (16), meninggal Jumat pagi waktu setempat setelah mengalami serangan jantung dan terbentur kepalanya di bak mandi saat berlibur bersama keluarganya di Bahama. Demikian diungkapkan pengacara Travolta kepada CNN.

"Saat ini, kita tahu bahwa anak John Travolta dan Kelly Preston, Jett mengalami serangan jantung sekitar pukul 10 pagi ini," ungkap Michael Ossi, pengacara Travolta. "Seluruh upaya untuk membuatnya hidup sudah tidak memberi hasil."

Menurut keterangan penjaga rumah, Jett ditemukan tak sadarkan diri di sebuah kamar mandi pada Jumat pagi. Dia langsung dibawa ambulans ke RS Freeport hingga akhirnya meninggal di tempat ini.

Jett merupakan anak tertua pasangan Travolta dan Kelly Preston yang juga memiliki anak perempuan usia 8 tahun, Ella. Keluarga ini tiba dengan sebuah pribadi pada Kamis dan berlibur di rumah mereka di Komunitas Resor Pantai Bahama Lama.

Jett dikabarkan telah menderita penyakit kawasaki sejak tahun 2001, sebuah gangguan yang menyebabkan pembengkakan pada dinding arteri yang biasa menyerang anak-anak dan menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Menurut American Heart Association, sekitar 80 persen penyakit kawasaki diderita anak-anak usia di bawah 5 tahun dan agak jarang diderita anak usia di atas 8 tahun. Penyebab penyakit kawasaki belum diketahui. Beberapa ahli menyebutkan, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa penelitian lain mencatat bahwa ada hubungan antara penyakit ini dengan bahan kimia pembersih karpet.

"Keluarga Travolta sudah kami anggap sebagai keluarga kami di Pantai Bahama Lama ini dan kami menyampaikan simpati yang mendalam atas kesedihan ini," ujar Robert Gidel, Presiden Resor Ginn, pemilik properti ini.

ABD
Sumber : CNN