Wednesday, May 5, 2010

Mengajar Anak untuk Berempati

Mengajar Anak untuk Berempati

1. Salah satu cara terbaik untuk mengajar anak berempati ialah dengan bermain peran (role play). Dengan bermain peran, anak diajak untuk mengalami dunia dari sudut pandang orang lain. Dengan membayangkan bahwa dirinyalah yang menjadi orang tersebut, ia bisa melihat dari mata orang tersebut, bersikap seperti orang tersebut, dan bisa menyelami perasaan orang itu.

Dengan membayangkan secara terpimpin, seorang anak akan memahami dan peduli terhadap tujuan dan perjuangan seseorang. Adalah penting dalam permainan peran ini bahwa anak mendapat kesempatan untuk mencoba peran yang tidak biasa baginya, sehingga ia belajar melihat dari sudut pandang orang lain.

(Perhatian: setelah role play selesai, anak perlu dibebaskan kembali dari peran ini, de-role, dan menjadi dirinya kembali). Misalnya, dengan mengatakan bahwa mereka telah bermain dengan baik dan sekarang kembali menjadi A atau B. Lalu tanyakan bagaimana rasanya menjadi X atau Y.

2. Kejadian sehari-hari dapat digunakan sebagai latihan empati. Misalnya, saat ibu meminta anak remajanya untuk mengecilkan suara radionya yang terlalu bising, ia perlu mengatakan kebutuhan dan perasaannya, serta menjelaskan akibat yang dirasakan si ibu dari suara bising tersebut.

Keterangan ini membuat anak merespons berdasarkan rasa peduli akan ibunya dan bukan karena rasa takut dimarahi. Di permukaan, bisa jadi persoalan ini tampak sebagai persoalan disiplin, tetapi apa yang tampak sebagai persoalan disiplin sering kali pada dasarnya adalah karena kurang kepekaan dan kepedulian serta kurang dapat menempatkan diri di tempat orang lain.

3. Peran teladan (role model). Dengan mendengar biografi dari orang-orang yang terkenal akan kepedulian mereka, anak belajar untuk mencontoh perilaku tersebut. Mencontoh teladan adalah cara terpenting untuk mengajar anak berperilaku peka dan peduli.

4. Diskusi kelompok mengenai bagaimana perbuatan memengaruhi perasaan. Misalnya, mengenai topik: sesuatu yang kulakukan yang membuat ibu senang, sesuatu yang kulakukan yang membuat ayah marah, atau sesuatu yang kulakukan yang membuat teman senang.

5. Menyimpulkan atau curah pendapat tentang berbagai perasaan yang dimiliki orang.

No comments:

Post a Comment