Wednesday, December 1, 2010

Dana Pendidikan Putra-Putri

Merencanakan Dana Pendidikan Putra-Putri Anda

Setidaknya ada 4 alasan penting bagi Anda untuk segera merencanakan dana pendidikan untuk putar-putri kesayangan Anda :

1.       Biaya pendidikan semakin mahal. Biaya pendidikan juga harus disesuaikan dengan tingkat inflasi. Salah satu faktor yang akan menyebabkan kenaikan tingkat inflasi adalah kenaikan harga minyak.
2.       Pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan akan melambat, sehingga akan mempengaruhi kondisi ekonomi di Indonesia.
3.       Anda mengalami kesulitan untuk mempertahankan kondisi keuangan yang baik, misalnya Anda terkena PHK atau usaha Anda mengalami kebangkrutan.
4.       Anda tidak mampu lagi bekerja karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh 2 hal, yaitu : Anda sakit, Anda mengalami kecelakaan. Atau bahkan Anda harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda lalukan untuk mempersiapkan dana pendidikan putra-putri Anda :

·         Hitunglah besarnya dana pendidikan putra-putri Anda. Tentukan kapan Anda memerlukan dana tersebut (berapa lama lagi waktu yang tersisa bagi Anda untuk dapat mengumpulkan dana tersebut). Masukkan unsur inflasi ke dalam perkiraan Anda tersebut dan masukkan semua biaya yang nanti harus Anda keluarkan.

Perhatikan ilustrasi berikut ini. Anda memiliki seorang putra yang saat ini berusia 3 tahun. Artinya, dua tahun yang akan datang, Anda harus sudah memiliki dana pendidikan baginya untuk memasuki taman kanak-kanak. Saat ini, Anda belum mengalokasikan dana pendidikan. Tingkat inflasi kita asumsikan sebesar 8%. Tabel di bawah ini adlah perkiraan biaya pendidikan yang mencakup uang pangkal dan biaya bulanan untuk putra-putri Anda kelak.

Jenjang Pendidikan
Biaya Pendidikan saat ini (Rp)
Periode Tersisa (tahun)
Taman Kanak-kanak
Sekolah Dasar
Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Atas
Universitas
11.000.000
28.000.000
28.000.000
30.000.000
140.000.000
2
3
9
12
15


Pastikan bahwa Anda mampu menyediakan dana tersebut pada saat dibutuhkan. Tentukan berapa besarnya dana yang harus Anda sediakan setiap bulan. Tabel di bawah ini menunjukkan biaya masuk TK yang saat ini sebesar Rp 11 juta akan menjadi Rp 12,8 juta 2 tahun yang akan datang.
Cukup besar jumlahnya bukan ? Dari mana Anda mendapatkan uang sebanyak itu kelak ?

Jenjang Pendidikan
Biaya Pendidikan saat ini (Rp)
Biaya Pendidikan
nanti (Rp) – dibulatkan
Taman Kanak-kanak
Sekolah Dasar
Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Atas
Universitas
11.000.000
28.000.000
28.000.000
30.000.000
140.000.000
12.800.000
35.000.000
56.000.000
76.000.000
445.000.000


·         Lakukan aktivitas investasi agar Anda dapat mengumpulkan dana pendidikan tersebut pada saat dibutuhkan. Ada beberapa jenis pilihan investasi yang tersedia untuk Anda, pastikan Anda mengerti apa keunggulan, kelemahan dan risiko masing-masing pilihan investasi tersebut. Jika diasumsikan Anda mampu mendapatkan hasil investasi sebesar 10% per tahun, maka uang investasi yang harus Anda sisihkan setiap bulan kira-kira besarnya seperti angka didalam tabel di bawah .

Jenjang Pendidikan
Periode Tersisa
(tahun)
Biaya Pendidikan
Nanti (Rp)
Uang Yang Harus
Disisihkan per bulan
(Rp)
Uang Yang Harus
Disisihkan per tahun
(Rp)
Taman Kanak-kanak
Sekolah Dasar
Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Atas
Universitas
2
3
9
12
15
12.800.000
35.000.000
56.000.000
76.000.000
445.000.000
307.302
390.945
90.036
77.458
325.032
3.687.619
4.691.339
1.080.430
929.501
3.900.389


·         Proteksi diri Anda dengan mengikutsertakan diri Anda dalam program asuransi jiwa yang memberikan proteksi keuangan apabila terjadi kematian dan/atau cacat tetap. Dana pendidikan putra-putri Anda akan sangat tergantung dari kemampuan Anda mengumpulkan dana tersebut setiap bulannya. Carilah perusahaan asuransi yang punya rekam jejak yang baik, dan Anda yakin bahwa perusahaan asuransi itu akan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama karena proteksi yang Anda perlukan adalah untuk jangka waktu yang lama.


Dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment